pemeriksaan ANC

All posts tagged pemeriksaan ANC

KEHAMILAN

Published 10 Desember 2012 by Midwife Rizqi Dyan
  1. Tumbuh Kembang Ibu dan Janin

1.3.   Pertumbuhan Janin

Umur janin yang sebenarnya, haruz dihitung dari dsaat fertilisasi atau karena fertilisasi selalu berdekatan dengan ovulasi sekurang-kurangnya dari saat ovulasi.sesuai dengan tingkat pertumbuhannya berbagai nama diberikan pada anak yang dikandung itu.

1.1.1        Pertumbuhan janin berdasarkan minggu

1.1.1.1       Dari 0-2 minggu setelah fertilasi disebut ovum.

1.1.1.2       3-5 minggu disebut embrio (mudigah). Pada saat ini belum dapat dibedakan dari mudigah binatang lainnya. Pembentukan alat-alat  badan dalam bentuk dasar sudah terjadi.

1.1.1.3       lebih dari 5 minggu disebut foetus (janin) yang sudah membentuk manusia.

1.1.2        Dibawah ini dituturkan pertumbuhan janin pada akhir tiap bulan (4 minggu).

1.1.2.1       Akhir 1 bulan : badan bayi sangat melengkung, panjangnya 7,5-10mm. Kepalanya 1/3 dari seluruh mudigah. Saluran yang akan menjadi jantung terbentuk dan sudah berdenyut. Dasar-dasar tractus digestivus sudah nampak, permulaan kaki dan tangan berbentuk tonjolan.

1.1.2.2       Akhir 2 bulan : Mukanya sudah jelas berbentuk muka manusia dan sudah mempunyai lengan dan tungkai dengan jari tangan dan kaki. Alat kelamin sudah nampak, walaupun belum dapat ditentukan jenisnya. Panjangnya kurang lebih 2,5 cm.

1.1.2.3       Akhir 3 bulan : Panjang 7-9 cm, sudah ada pusat-pusat pertulangan, kuku sudah ada dan jenis kelaminnya sudah dapat ditentukan. Janin sudah bergerak tapi sedemikian halusnya pergerakan ini hingga belum dapat dirasakan oleh ibu. Ginjal sudah membentuk sedikit air kencing.

1.1.2.4       Akhir bulan 4 : panjangnya 10-17 cm. Beratnya 100 gr. Alat kelaminnya sudah dapat menentukan jenisnya. Kulit di tumbuhi rambut yang halus (lanugo). Pergerakan anak mungkin sudah dapat dirasakan oleh ibu.

1.1.2.5       Akhir 5 bulan : panjangnya 18-27 cm. Beratnya 300 gr. Bunyi jantung sudah dapat didengar. Kalau lahir sudah berusaha untuk bernafas.

1.1.2.6       Akhir 6 bulan : panjangnya 28-34 cm. Beratnya 600 gr. Kulitnya keriput dan lemak mulai tertimbun di bawah kulit. Kulit tertutup oleh vernix caseosa yang bermaksud untuk melindungi kulit.

1.1.2.7       Akhir 7 bulan : Panjangnya 35-38 cm. Beratnya kurang lebih 1000 gr. Kalau lahir, dapat hidup didunia luar, walaupun kemungkinan untuk hidup terus masih kecil. Kalau menangis mengeluarkan suara yang lemah.

1.1.2.8       Akhir bulan 8 : Panjangnya 42,5 cm. dan beratnya 1700 gr. Permukaan kulit masih merah dan kriput seperti kulit orang yang tua.

1.1.2.9       Akhir 9 bulan : Panjangnya 46 cm, dan beratnya 2500 gr. Karena sudah ada lapisan lemak di bawah kulit, ia sudah berisi.

1.1.2.10   Akhir 10 bulan : Janin sudah cukup bulan (matur, aterm). Panjangnya 50 cm. Beratnya 3000 gr. Bayi laki-laki biasanya lebih berat dari pada bayi wanita. Kulitnya halus dan hampir tak ada lanugo lagi. Pada kulit masih terdapat vernix caseosa ialah campuran sel-sel epithel kulit, lanugo dan sekret kelenjar lemak. Kepala ditumbuhi rambut. Kuku melebihi ujung jari. Pada laki-laki testes sudah ada dalam strotum dan pada wanita labia majora menutupi labia minora.

1.3.   Perkembangan Janin

1.3.1.      Minggu ke-1 :

Minggu ini sebenarnya masih periode menstruasi, bahkan pembuahan pun belum terjadi. Sebab tanggal perkiraan kelahiran si kecil dihitung berdasarkan hari pertama haid terakhir Anda Proses pembentukan antara sperma dan telur yang memberikan informasi kepada tubuh bahwa telah ada calon bayi dalam rahim. Saat ini janin sudah memiliki segala bekal genetik, sebuah kombinasi unik berupa 46 jenis kromosom manusia. Selama masa ini, yang dibutuhkan hanyalah nutrisi (melalui ibu) dan oksigen.

Sel2 telur yang berada didalam rahim, berbentuk seperti lingkaran sinar yg mengelilingi matahari Sel ini akan bertemu dengan sel2 sperma dan memulai proses pembuahan 5 juta sel sperma sekaligus berenang menuju tujuan akhir mereka yaitu menuju sel telur yang bersembunyi pada saluran sel telur. Walaupun pasukan sel sperma ini sangat banyak, tetapi pada akhirnya hanya 1 sel saja yang bisa menembus indung telur.

Pada saat ini kepala sel sperma telah hampir masuk. Kita dapat melihat bagian tengah dan belakang sel sperma yang tidak henti-hentinya berusaha secara tekun menerobos dinding indung telur

1.3.2.      Minggu ke-2 :

Pembuahan terjadi pada akhir minggu kedua. Sel telur yang telah dibuahi membelah dua 30 jam setelah dibuahi. Sambil terus membelah, sel telur bergerak di dalam lubang falopi menuju rahim. Setelah membelah menjadi 32, sel telur disebut morula.

Sel-sel mulai berkembang dan terbagi kira-kira dua kali sehari sehingga pada hari yang ke-12 jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut pada endometrium

1.3.3.      Minggu 3:

Sampai usia kehamilan 3 minggu, Anda mungkin belum sadar jika sedang mengandung. Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim disebut blastosit. Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1-0,2 mm.

1.3.4.      Minggu ke-4 :

Kini, bayi berbentuk embrio. Embrio memproduksi hormon kehamilan (Chorionic Gonadotropin – HCG), sehingga apabila Anda melakukan test kehamilan, hasilnya positif.

Janin mulai membentuk struktur manusia. Saat ini telah terjadi pembentukan otak dan tulang belakang serta jantung dan aorta (urat besar yang membawa darah ke jantung).

1.3.5.      Minggu ke-5 :

Terbentuk 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas yang akan membentuk system saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Lapisan Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif. Lapisan Endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing

1.3.6.      Minggu ke-6 :

Ukuran embrio rata-rata 2-4 mm yang diukur dari puncak kepala hingga bokong. Tuba saraf sepanjang punggung bayi telah menutup. Meski Anda belum bisa mendengar, jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini. Sistem pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak

1.3.7.      Minggu ke-7 :

Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru

1.3.8.      Minggu ke 8

Panjang kira-kira 14-20 mm. Banyak perubahan yang terjadi pada bayi Anda. Jika Anda bisa melihat , ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga. Brochi, saluran yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan ia memiliki siku. Semua ini terjadi hanya dalam 6 minggu setelah pembuahan.

Bayi sudah mulai terbentuk diantaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada dibawah membran kulit yang tipis. Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum sempurna

1.3.9.      Minggu ke-9 :

Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak walaupun Anda tak merasakannya. Dengan Doppler, Anda bisa mendengar detak jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4 gram.

 

1.3.10.  Minggu ke-10 :

Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. Ia mulai tampak seperti manusia kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.

1.3.11.  Minggu ke-11 :

Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap.

Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri

1.3.12.  Minggu ke-12 :

Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung kecil. Jari-jari tangan dan kaki yang mungil terpisah penuh. Usus bayi telah berada di dalam rongga perut. Akibat meningkatnya volume darah ibu, detak jantung janin bisa jadi meningkat. Panjangnya sekitar 63 mm dan beratnya 14 gram.

Mulai proses penyempurnaan seluruh organ tubuh. Bayi membesar beberapa millimeter setiap hari. Jari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata.

1.3.13.  Minggu ke-13 :

Pada akhir trimester pertama, plasenta berkembang untuk menyediakan oksigen , nutrisi dan pembuangan sampah bayi. Kelopak mata bayi merapat untuk melindungi mata yang sedang berkembang. Janin mencapai panjang 76 mm dan beratnya 19 gram.

Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesaran kepala.

1.3.14.  Minggu ke-14 :

Tiga bulan setelah pembuahan, panjangnya 80-110 mm dan beratnya 25 gram. Lehernya semakin panjang dan kuat. Lanugo, rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini. Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang dan ovarium turun dari rongga perut menuju panggul.

Detak jantung bayi mulai menguat tetapi kulit bayi belum tebal karena belum ada lapisan lemak

1.3.15.  Minggu ke-15 :

Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus berkembang. Jika bayi Anda perempuan, ovarium mulai menghasilkan jutaan sel telur pada minggu ini. Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya kelihatan. Akhir minggu ini, beratnya 49 gram dan panjang 113 mm.

Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari. Kelopak matanya masih tertutupMinggu ke-16 :

Bayi telah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta. Bayi telah mempunyai tulang yang kuat dan mulai bisa mendengar suara. Dalam proses pembentukan ini system peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi.

Janin mulai bergerak ! Tetapi tak perlu kuatir jika Anda tak merasakannya. Semakin banyak kalsium yang disimpan dalam tulang bayi seiring dengan perkembangan kerangka. Bayi Anda berukuran 116 mm dan beratnya 80 gram

1.3.16.  Minggu ke-17 :

Dengan panjang 12 cm dan berat 100 gram, bayi masih sangat kecil. Lapisan lemak cokelat mulai berkembang, untuk menjada suhu tubuh bayi setelah lahir. Tahukah Anda ? Saat dilahirkan, berat lemak mencapai tiga perempat dari total berat badannya.

Rambut, kening, bulu mata bayi mulai tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik jari sudah mulai terbentuk

1.3.17.  Minggu ke-18 :

Mulailah bersenandung sebab janin sudah bisa mendengar pada minggu ini. Ia pun bisa terkejut bila mendengar suara keras. Mata bayi pun berkembang. Ia akan mengetahui adanya cahaya jika Anda menempelkan senter yang menyala di perut. Panjangnya sudah 14 cm dan beratnya 140 gram.

Bayi sudah bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim ibu. Hormon Estrogen dan Progesteron semakin meningkat.

1.3.18.  Minggu ke-19 :

Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka. Otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol. Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm.

1.3.19.  Minggu ke-20 :

Setengah perjalanan telah dilalui. Kini, beratnya mencapai 260 gram dan panjangnya 14-16 cm. Dibawah lapisan vernix, kulit bayi mulai membuat lapisan dermis, epidermis dan subcutaneous. kuku tumbuh pada minggu ini.

Proses penyempurnaan paru-paru dan system pernafasan. Pigmen kulit mulai terlihat

1.3.20.  Minggu ke-21 :

Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan manuju usus besar. Gerakan bayi semakin pelan karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm

1.3.21.  Minggu ke-22 :

Indera yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang setiap hari. Setiap minggu, wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional

1.3.22.  Minggu ke-23 :

Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi, kulitnya masih kendur sehingga tampak keriput. Ini karena produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Ia memiliki kebiasaaan “berolahraga”, menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450 gram

Tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan sempurna, jari juga terbentuk sempurna.

1.3.23.  Minggu ke-24 :

Paru-paru mulai mengambil oksigen meski bayi masih menerima oksigen dari plasenta. Untuk persiapan hidup di luar rahim, paru-paru bayi mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung udara tetap mengembang
Kulit bayi mulai menebal

1.3.24.  Minggu ke-25 :

Bayi cegukan, apakah Anda merasakannya? Ini tandanya ia sedang latihan bernafas. Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak, ia akan cegukan.

Tulang bayi semakin mengeras dan bayi menjadi bayi yang semakin kuat. Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut bayi sudah mulai membentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman bayi sudah semakin membaik karena di minggu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai berfungsi. Berat bayi sudah mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 34-37 cm.

1.3.25.  Minggu ke-26 :

Bayi sudah bisa mengedipkan matanya selain itu retina matanya telah mulai terbentuk. Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, bunda dapat memulai memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba untuk memberi cahaya lebih disekitar perut, mungkin bunda akan merasakan anggukan kepala si kecil. Berat badan bayi sudah mencapai 750-780gram, sedangkan tingginya 35-38 cm.

1.3.26.  Minggu ke-27 :

Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan. Namun jika ia dilahirkan, memiliki peluang 85% untuk bertahan.

Indra perasa mulai terbentuk. Bayi juga sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketuban yang mengelilinginya. Berat umum bayi seusia si kecil 870-890 gram dengan tinggi badan 36-38 cm.

1.3.27.  Minggu ke-28 :

Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 25 cm. Otak bayi semakin berkembang dan meluas. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh

Lemak dalam badan mulai bertambah. Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.

1.3.28.  Minggu ke-29 :

Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen. Hormon ini akan menyetimulasi hormon prolaktin di dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum (air susu yang pertama kali keluar saat menyusui).

Sensitifitas dari bayi semakin jelas, bayi sudah bisa mengidentifikasi perubahan suara, cahaya, rasa dan bau. Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan mengatur suhu badan dari bayi. Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai seorang manusia, berat badannya 1100-1200 gram, dengan tinggi badan 37-39 cm.

1.3.29.  Minggu ke-30 :

Lemak dan berat badan bayi terus bertambah sehingga bobot bayi sekarang sekitar 1400 gram dan panjangnya 27 cm. Karena ia semakin besar, gerakannya semakin terasa

Mata indah bayi sudah mulai bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain dan dia sudah mulai belajar untuk membuka dan menutup matanya. Saat ini waktu yang terbaik bagi bunda untuk menyenteri perut dan menggerak-gerakan senter tersebut maka mata bayi sudah bisa mengikuti ke arah mana senter tersebut bersinar.cairan ketuban (amniotic fluid) di rahim bunda semakin berkurang. Kini si kecil pun sudah mulai memproduksi air mata. Berat badan bayi 1510-1550 gram, dengan tinggi 39-40 cm.

1.3.30.  Minggu ke-31 :

Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Aliran darah di plasenta memungkinkan bayi menghasilkan air seni. Ia berkemih hampir sebanyak 500 ml sehari di dalam air ketuban

Perkembangan fisik bayi sudah mulai melambat pada fase ini, hanya berat badan bayilah yang akan bertambah. Selain itu lapisan lemak akan semakin bertambah dibawah jaringan kulitnya. Tulang pada tubuh bayi sudah mulai mengeras, berkembang dan mulai memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium, zat besi, fosfor. Berkebalikan dengan perkembangan fisiknya, pada fase ini perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan sangat pesat dengan menghasilkan bermilyar sel. Apabila diperdengarkan musik, bayi akan bergerak. Berat badan bayi 1550-1560 gram dengan tinggi 41-43 cm.

1.3.31.  Minggu ke-32 :

Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai rontok tetapi sebagian masih ada di bahu dan punggung saat dilahirkan. Dengan berat 1800 gram dan panjang 29 cm, kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim sudah lebih baik apabila di dilahirkan pada minggu ini.

Kulit bayi semakin merah, kelopak matanya juga telah terbuka dan system pendengaran telah terbentuk dengan sempurna. Kuku dari jari mungil tangan dan kaki si kecil sudah lengkap dan sempurna. Rambutnya pun semakin banyak dan semakin panjang. Bayi sudah mulai bisa bermimpi.

1.3.32.  Minggu ke-33 :

Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya. Otak bayi semakin pesat berkembang. Pada saat ini juga otak bayi sudah mulai bisa berkoordinasi antara lain, bayi sudah menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan. Walaupun tulang-tulang bayi sudah semakin mengeras tetapi otot-otot bayi belum benar-benar bersatu. Bayi sudah bisa mengambil nafas dalam-dalam walaupun nafasnya masih di dalam air. Apabila bayinya laki-laki maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan bayi 1800-1900 gram, dengan tinggi badan sekitar 43-45 cm.

1.3.33.  Minggu ke-34 :

bayi berada di pintu rahim. Bayi sudah dapat membuka dan menutup mata apabila mengantuk dan tidur, bayi juga sudah mulai mengedipkan matanya. Tubuh bunda sedang mengirimkan antibodi melalui darah bunda ke dalam darah bayi yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuhnya dan proses ini akan tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada saat bunda mulai menyusui. Berat Badan bayi 2000-2010 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-46 cm.

1.3.34.  Minggu ke-35 :

Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Lemak dari tubuh bayi sudah mulai memadat pada bagian kaki dan tangannya, lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya. Bayi sudah semakin membesar dan sudah mulai memenuhi rahim bunda. Apabila bayi bunda laki-laki maka di bulan ini testisnya telah sempurna. Berat badan bayi 2300-2350 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-47 cm.

1.3.35.  Minggu ke-36 :

Kulit bayi sudah semakin halus dan sudah menjadi kulit bayi. Lapisan lemak sudah mulai mengisi bagian lengan dan betis dari bayi. Ginjal dari bayi sudah bekerja dengan baik dan livernya pun telah memproduksi kotoran. Saat ini paru-paru bayi sudah bekerja baik bahkan sudah siap bertemu dengan mama dan papa. Berat badan bayi 2400-2450 gram, dengan tinggi badan 47-48 cm

1.3.36.  Minggu ke-37 :

Kepala bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi semakin membulat dan kulitnya menjadi merah jambu. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah 5cm. Kuku terbentuk dengan sempurna. Bayi sudah bisa melihat adanya cahaya diluar rahim. Bayi pada saat ini sedang belajar untuk mengenal aktifitas harian, selain itu bayi juga sedang belajar untuk melakukan pernafasan walaupun pernafasannya masih dilakukan di dalam air. Berat badan bayi di minggu ini 2700-2800 gram, dengan tinggi 48-49 cm.

1.3.37.  Minggu ke-38 hingga minggu ke-40 :

Proses pembentukan telah berakhir dan bayi siap dilahirkan.

1.3.   Pertumbuhan dan Perkembangan ibu hamil

1.3.1    Minggu ke-4/bulan ke-1

Ibu terlambat menstruasi, payudara menjadi nyeri dan membesar. Kelelahan yang kronis (menetap) dan sering kencing mulai terjadi dan berlangsung selama tiga bulan berikutnya. HCG ada di dalam urine dan serum 9 hari setelah konsepsi.

 

1.3.2    Minggu ke-8/ bulan ke-2

Mual dan muntah/”Morning sickness” mungkin terjadi sampai usia kehamilan 12 minggu. Uterus berubah dari bentuk pear menjadi globular. Tanda-tanda Hegar dan Goodell muncul. Serviks fleksi. Leucorrhoea meningkat. Ibu mungkin terkejut atau senang dengan kehamilannya. Penambahan berat badan belum terlihat nyata.

1.3.3    Minggu ke-12/Bulan ke-3

Chadwick muncul. Uterus naik diatas simpisis pubis. Konstraksi Braxton Hicks mulai dan mungkin terus berlangsung selama kehamilan. Potensial untuk menderita infeksi saluran kencing meningkat dan ada selam kehamilan. Kenaikan berat badan sekitar 1-2 kg selama trimester pertama. Plasenta sekarang berfungsi penuh dan memproduksi hormon

1.3.4    Minggu ke-16/Bulan ke-4

Fundus berada di tengah antara simpisis dan pusat. Berat ibu bertambah 0,4-0,5 kg per minggu selama sisa kehamilan. Mungkin mempunyai lebih banyak energi. Diameter biparietal dapat diukur dengan ultrasound. Sekresi vagina meningkat (tetapi normal jika tidak gatal, iritasi atau berbau busuk). Pakaian-pakaian ibu menjadi ketat. Tekanan pada kandung kemih dan sering kencing berkurang.

1.3.5    Minggu ke-20/ Bulan ke-5

Fundus mencapai pusat. Payudara memulai sekresi kolostrum. Kantung ketuban menampung 400 ml cairan. Rasa akan pingsan dan pusing mungkin terjadi, terutama jika posisi berubah secara mendadak. Varises pembuluh darah mungkin mulai terjadi. Ibu merasakan gerakan janin. Areola bertambah gelap. Hidung tersumbat mungkin terjadi. Kram pada kaki mungkin ada. Konstipasi mungkin dialami

1.3.6    Minggu ke-24/ Bulan ke-6

Fundus diatas pusat. Sakit punggung dan kram di kaki mungkin mulai terjadi. Perubanhan kulit bisa berupa striae gravidarium, chloasma, linea nigra, dan jerawat. Mimisan dapat terjadi. Mungkin mengalami gatal-gatal pada abdomen karena uterus membesar dan kuliat meregang.

1.3.7    Minggu ke-28/ bulan ke-7

Fundus berada di pertengahan antara pusat dan xiphoid. Hemorrhoids mungkin terjadi. Pernapasan dada menggantikan pernapasan perut. Garis bentuk janin dapat dipalpasi. Mungkin lelah menjalani kehamilan, dan ingin sekali menjadi ibu. Rasa panas dalam perut mungkin mulai terasa.

1.3.8    Minggu ke-32/Bulan ke-8

Fundus mencapai prosesus xiphoid; payudara penuh dan nyeri tekan. Sering kencing mungkin kembali terjadi. Kaki bengkak dan sulit tidur mungkin terjadi. Mungkin juga mengalami dyspnea

1.3.9        Minggu ke-38/Bulan ke-9

Penurunan bayi ke dalam pelvic/panggul ibu (lightening). Plasenta setebal hamper 4 kali waktu usia kehamilan 18 minggu dan beratnya 0,5-0,6 kg. ibu ingin sekali melahirkan bayi; mungkin memiliki energy final yang meluap. Sakit punggung dan sering kencing meningkat. Braxton Hick meningkat karena serviks dan segmen bawah rahim disiapkan untuk persalinan.

 

  1. 2.    Perubahan Sistem Tubuh pada Ibu Hamil

2.1     Perubahn Sistem reproduksi

2.1.1        Uterus

Terjadi pertambahan ukuran sel-sel otot uterus. Terjadi lightening pada akhir-akhir kehamilan. Pengaruh hormon estrogen dan progesteron :

  1. Hipertrofi dan dilatasi otot
  2. Penumpukan jaringan fibrosa dan elastik untuk menambah kekuatan dinding uterus
  3. Penambahan jumlah dan ukuran pembuluh darah vena
  4. Dinding uterus semakin lama semakin menipis
  5. e.          Uterus kehilangan kekakuan dan menjadi lunak dan tipis bersamaan dengan bertambahnya umur kehamilan

2.1.2        Serviks

  1. Terjadi perlunakan
  2. Mengeluarkan sekret mukus endoserviks karena pengaruh progesteron untuk perlindungan terhadap infeksi
  3. Estrogen meningkatkan vaskularitas sehingga timbul tanda chadwick
  4. Prostaglandin dilepaskan dari jaringan untuk perlunakan serviks
  5. e.         Effacement atau pemendekan terjadi pada primigravida pada 2 minggu terakhir

2.1.3        Vagina

  1. jaringan otot mengalami hypertrofi
  2. terjadi peningkatan vaskularisasi
  3. c.         peningkatan pengeluaran pervaginam

2.1.4        Vulva

  1. vaskularisasi meningkat
  2. b.        warna menjadi lebih gelap

2.1.5        Ovarium dan Tuba Falopii

  1. ovulasi berhenti selama kehamilan
  2. pematangan folikel baru ditangguhkan dan hanya satu korpus luteum yang ditemukan dalam ovarium
  3. tuba fallopii mengalami hipertrofi
  4. epitel mukosa menjadi gepeng

2.2     Payudara

  1. Pada 3-4 minggu ada sensasi rasa nyeri, duktus dan alveoli membesar
  2. Pada 6 minggu ukuran payudara bertambah besar
  3. Pada 8 minggu mulai tampak 12-13 nodul kecil disekitar areola, merupakan kelenjar sebasea yang terdapat pada nipple (puting susu) yang mengalami perubahan, serta menghasilkan sebum (kelenjar keringat yang ada di puting) yang menjaga agar mammae tetap lembut dan kenyal
  4. Pada 12 minggu puting susu membesar dan melunak, areola meluas, terjadi pigmentasi (berwarna lebih gelap) dengan diameter awal 4 cm, diameter maksimal 7 cm
  5. Pada 16 minggu terdapat pengeluaran kolostrum
  6. f.              Perubahan mammae selama kehamilan

 

 

 

 

 

Umur kehamilan (minggu) Perubahan
3-4 minggu

6 minggu

8 minggu

8 minggu

12 minggu

16 minggu

Rasa penuh pada payudara

Terjadi pembesaran dan sedikit nyeri

Pelebaran pembuluh darah vena disekitar mammae

Kelenjar montgomery mulai tampak

Penggelapan disekitar areola dan putting

Colostrum sudah mulai dikeluarkan

 

2.3     Perubahan Sistem Endokrin

  1. Adenohypophysis (membesar sebesar 50% dan produksi hormon pertumbuhan meningkat)
  2. Neurohypophysis (oksitosin)
  3. Hormon ovarium (estrogen, progesteron dan relaksin)
  4. Hormon-hormon sel trofoblast (HCG untuk mencegah degenerasi corpus luteum)
  5. Hormon plasenta
  6. HCG
  7. Estrogen (menstimulasi pertumbuhan otot-otot uterus dan membuat sensitif terhadap oksitosin, menstimulasi pertumbuhan duktus-duktus payudara, pertumbuhan puting susu, hiperpigmentasi)
  8. Progesteron (mempengaruhi jaringan-jaringan yang dipengaruhi estrogen, proliferasi dan meningkatkan vaskularisasi desidua, relaksasi miometrium)
  9. Human placental lactogen/HPL (meningkatkan metabolisme untuk nutrisi fetus terutama metabolisme glukosa dan lemak
  10. Pengaruh umum estrogen adalah menyebabkan pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah sel. Sedangkan pengaruh khususnya :
  • Menyebabkan penebalan dari nedometrium sehingga ovum yang sudah dibuahi dapat berimplantasi
  • Menyebabkan hipertrofi (pelebaran pada otot) dari dinding uterus dan hiperplasia (peningkatan ukuran pembuluh darah) serta lymphatic yang meningkatkan vaskularisasi, kongesti (penimbunan jumlah darah atau lendir yang berlebih dalam organ tubuh) dan edema (pembengkakan). Perubahan-perubahan ini mengakibatkan : tanda chadwick (perubahan warna serviks menjadi biru lipid, tanda goodel (vagina melunak), tanda hegar (istmus tidak teraba).
  • Hipertrofi dan hiperplasia otot-otot uterus
  • Hipertrofi dan hiperplasia jaringan payudara termasuk sistem pembuluh darah
  • leucorrhea, mimisan, hidung tersumbat, ginggivitis, mual pada awal kehamilan
  1. Pengaruh progesteron secara umum adalah peningkatan sekresi dan mengendurkan otot-otot polos. Sedangkan pengaruh khusus diantaranya adalah :
  • Menyebabkan penebalan dari endometrium sehingga ovum yang sudah dibuahi dapat berinflantasi
  • Mengendurkan otot-otot halus yang berakibat : meningkatnya waktu pengosongan lambung dan peristaltik, meningkatkan gastric reflux karena relaksasi cardiac spinchter yang menyebabkan rasa panas pada perut, penurunan motilitas (gerakan usus melambat) gastro intestinal yang menyababkan terjadinya konstipasi (susah BAB), pembuluh arteri dan dinding vena relaksasi dan dilatasi yang meningkatkan kapasitas vena dan menambah resiko terjadinya hemoroids/wasir.
  • Menjaga peningkatan suhu basal ibu
  • Merangsang perkembangan sistem alveolar payudara
  • Dengan hormon relaksin dapat melembutkan/mengendurkan jaringan ikat, ligamen-ligamen dan otot-otot yang mengakibatkan sakit punggung dan nyeri ligamen

2.4     Perubahan Sistem Kekebalan

Kadar serum IgA dan IgM meningkat selama kehamilan karena adanya peningkatan resiko infeksi

 

 

2.5     Perubahan Sistem Perkemihan

  1. BAK cenderung menetapkan frekuensinya mulai dari kehamilan 6-12 minggu, pada usia kehamilan selanjutnya perubahan jaringan bagian bawah rongga panggul akan meningkatkan frekuensi BAK dari biasanya.
  2. Setelah 16 minggu pembesaran uterus akan membuat ureter menjadi dilatasi untuk menampung banyaknya urin
  3. Ukuran ginjal sedikit bertambah besar, vaskularisasi meningkat karena pengaruh progesteron
  4. Laju filtrasi glomerulus dan aliran plasma ginjal meningkat pada awal kehamilan dan menurun pada akhir kehamilan
  5. Glukosaria (kadar glukosa dalam urin) meningkat pada kehamilan

2.6    Perubahan Sistem Pencernaan

  1. Terjadi perubahan posisi lambung dan usus akibat perkembangan uterus
  2. Penurunan tonus dan motilitas saluran gastro intestinal menyebabkan  waktu pengosongan lambung menjadi lebih lama
  3. Penyerapan makanan meningkat
  4. Terjadi konstipasi yang dapat meningkatkan terjadinya haemoroid
  5. Adanya refluks sekret-sekret asam ke esofagus menyebabkan terjadinya pirosis (nyeri ulu hati)
  6. Gusi menjadi melunak dan mudah berdarah (hiperemi)

2.7     Perubahan Sistem Muskuloskeletal

  1. Terdapat peningkatan mobilitas sendi sakroiliaka, sakrokoksigeal dan sendi pubis karena pengaruh hormonal
  2. Perubahan postur menyebabkan rasa tidak nyaman di punggung bagian bawah

2.8      Perubahan Sistem Kardiovaskuler

  1. Peningkatan curah jantung pada kehamilan 16 minggu sekitar 40-50% dari biasanya
  2. Peningkatan volume darah 25-30%, sel darah merah bertambah 20% yang menyebabkan hemodilusi
  3. Denyut nadi meningkat
  4. Cardiac output meningkat karena adanya peningkatan volume darah
  5. Terdapat sedikit peningkatan tekanan darah sampai umur kehamilan 30 minggu
  6. Peningkatan volume darah, bersamaan dengan distensi pada vena dan tekanan uterus menyebabkan oedema pada kaki, vulva dan saluran anal, sehingga beresiko terjadi varises vena dan sering hemoroid
  7. Posisi terlentang menyebabkan terjadinya supine hypotensi syndrome

2.9     Perubahan Sistem Integumen

  1. Terjadi pigmentasi pada payudara, abdomen, vulva dan muka (chloasma)
  2. Linea alba menjadi linea nigra
  3. Muncul striae gravidarum

2.10 Perubahan Sistem Metabolisme

  1. Terjadi perubahan metabolisme
  2. Metabolisme basal meningkat
  3. Masukan makanan sangat berpengaruh untuk metabolisme ibu dan janin
  4. Ketidakseimbangan akan menyebabkan berbagai masalah seperti hiperemesis, diabetes dan lain-lain.
  5. Retensi air meningkat akibat penurunan tekanan osmotik koloid interstisial

2.11 Nutrisi dan Diet

  1. Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan uterus, plasenta, payudara. Sangat penting untuk material herediter, pertumbuhan dan perkembangan janin sehingga jumlah yang adekuat sangat diperlukan
  2. Karbohidrat merupakan penyedia energi untuk sel-sel pada tubuh, simpanan energi (glikogen pada plasenta) untuk pertumbuhan fetus sehingga dibutuhkan asupan karbohidrat yang besar untuk energi
  3. Lemak, konsenterasi lipid dan kadar kolesterol lipoprotein meningkat sebagai energi untuk ibu dan janin
  4. Mineral, kebutuhan zat besi meningkat, kadar kalsium dan magnesium menurun
  5. Vitamin, berfungsi untuk mengaktifkan enzim dalam tubuh sehingga suply vitamin dalam diet harus  adekuat

2.12  Darah dan Pembekuan Darah

  1. Volume plasma, meningkat mulai usia kehamilan 10 minggu, mencapai maksimum pada 30-34 minggu sampai dengan persalinan
  2. Massa RBC, meningkat mulai usia kehamilan 10 minggu
  3. WBCs, meningkat selama kehamilan, persalinan dan kelahiran bayi
  4. Platelets meningkat selama kehamilan dalam batas normal
  5. Faktor-faktor pembekuan adalah meningkatnya fibrinogen (I, VII, VIII, IX, X), menurunnya faktor XI dan XII, sedangkan protrombin (F II) dan F XII tidak berubah

2.13 Perubahan BB dan IMT

  1. Suatu metode untuk mengetahui penambahan BB optimal
  2. Untuk rekomendasi penambahan BB
  3. IMT BB(Kg)/ (TB(m))2
  4. Kategori BMI, rendah (BMI < 19,8) 12,5 s/d 18, normal (BMI 19,8-26) 11,5 s/d 16, tinggi (BMI > 26-29) 7 s/d 11,5
  5. 20 minggu pertama mengalami penambahan BB sekitar 2,5 kg
  6. 20 minggu berikutnya terjadi penambahan sekitar 9 kg
  7. Kemungkinan penambahan BB hingga maksimal 12,5 kg adalah :

 

Berat badan (kg)
Janin

Plasenta

Cairan amnion

Peningkatan berat uterus

Peningkatan berat payudara

Peningkatan volume darah

Cairan ekstra seluler

Lemak

3-4

0,6

0,8

0,9

0,4

1,5

1,4

3,5

Total 12,5 kg

 

2.14    Perubahan Sistem Pernafasan

  1. Ketidaknyamanan dan gangguan memperberat penyakit saluran respirasi
  2. Perubahan mukosa saluran respirasi
  3. Diafragma naik atau terjadi desakan diafragma akibat dorongan rahim yang membesar
  4. Pernafasan menjadi lebih pendek dan dalam (frekuensi 14-15 x/menit) akibat peningkatan penggunaan oksigen
  5. Peningkatan konsumsi oksigen
  6. Progesteron menyebabkan hiperventilasi
  7. Penurunan kadar COmenyebabkan alkalosis

2.15     Perubahan Sistem Syaraf

  1. Gangguan pada efisiensi tidur
  2. Masalah pada pemusatan perhatian dan memori

 

  1. Konseling Genetik pra Natal

3.1     Konsep Genetik pra Natal

Konseling genetik adalah suatu proses pemberian nasihat tentang konsekuensi kelainan bawaan kepada pasien atau anggota keluarga yang memiliki risiko kelainan yang mungkin diturunkan. Berdasarkan definisi ini terdapat tiga aspek dari konseling genetik:

  1. Aspek diagnostik, tanpanya saran-saran dan asumsi menjadi tidak berdasar. Tidak ada alternatif lain untuk suatu diagnosis yang pasti. Untuk mendapatkan gambaran risiko genetik diperlukan suatu riwayat keluarga yang tepat, dan lengkap, yang terpisah dari diagnosis.
  2. Perkiraan risiko aktual, dapat sangat sederhana pada suatu kasus, dan kompleks pada kasus yang lain.
  3. Dukungan, untuk memberi kepastian bahwa proses konsultasi memberikan manfaat dari anjuran yang diberikan dan berbagai langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
  4. Memerlukan diagnosis yang tepat, karena beberapa keadaan bisa memiliki penyebab yang multipel.
  5. Kadang-kadang varian ini secara fenotip tidak dapat dibedakan dari yang lain.
  6. Sebagai tambahan, untuk memeriksa propositus konselor juga boleh memeriksa anggota keluarga lain dalam keluarga, atau potret-potret keluarga.
  7. Petugas administrasi melakukan surat menyurat dengan keluarga dan mencari catatan medis yang relevan dan catatan otopsi.
  8. Konsultasi dengan dokter spesialis anak, dokter spesialis radiologi, kardiologi.
  9. Pemeriksaan laboratorium: karyotipe, analisis biokimia, darah, urin.

3.2.   Kegiatan Konseling Genetik Dalam menegakkan diagnosis postnatal kita perlu beberapa pendekatan, antara lain:

3.2.1.      Riwayat ibu: usia kehamilan; penyakit ibu seperti epilepsi, diabetes melitus, varisela, TORCH, panas badan (hipertermia); kontak dengan obat-obatan tertentu seperti alkohol, obat anti epilepsi, kokain, dietilstilbesterol, vitamin A isotretinoin, obat psoriasis etretinat, obat antikoagulan warfarin, serta iradiasi.

3.2.2.      Riwayat persalinan: posisi anak dalam rahim, cara lahir, lahir mati, status kesehatan neonati.

3.2.3.      Riwayat keluarga: adanya kelainan bawaan yang sama, kelainan bawaan yang lainnya, kematian bayi yang tidak bisa diterangkan penyebabnya, serta retardasi mental.

3.2.4.      Pemeriksaan fisis: mulai dari pengukuran sampai mencari anomali baik defek mayor maupun minor. Biasanya bila ditemukan dua kelainan minor, sepuluh persen disertai kelainan mayor. Sedangkan bila ditemukan tiga kelainan minor, delapan puluh lima persen disertai kelainan mayor.

3.2.5.      Pemeriksaan penunjang: sitogenetik (analisis kromosom), analisis DNA, ultrasonografi organ dalam, ekokardiografi, radiografi, serta serologi TORCH.

 

3.3.   Tatacara Konseling Genetik

3.3.1.      Wawancara Terstruktur

3.3.1.1.     Konseling dengan keluarga pasien berdasarkan perjanjian (appointment)

3.3.1.2.     Ruangan harus nyaman dan tertutup (tidak terganggu oleh lalu lalang)

3.3.1.3.     Pengisian kuesioner untuk membuat analisis pedigree

3.3.1.4.     Anamnesis umum dan khusus

3.3.1.5.     Membuat janji pertemuan berikutnya

3.3.1.6.     Analisis pedigree

3.3.2.      Pemeriksaan Fisik/Penelaahan Kelainan Tubuh

3.3.2.1.     Pemotretan

3.3.2.2.     Pengukuran bagian-bagian tubuh

3.3.2.3.     Diskusi dengan tim

3.3.2.4.     Analisis dismorfologi

3.3.2.5.     Penegakkan diagnosis banding

3.3.2.6.     Menentukan pemeriksaan penunjang

 

3.3.3.      Pemeriksaan Penunjang

3.3.3.1.     Analisis kromosom

3.3.3.2.     Analisis DNA

3.3.3.3.     Analisis enzim

3.3.3.4.     Pemeriksaan laboratorium

3.3.3.5.     Pemeriksaan radiologi

3.3.3.6.     Bahan pemeriksaan: darah, kulit, biopsi korion, amniosentesis

3.3.4.      Diskusi dengan Tim

3.3.4.1.     Menegakkan diagnosis

3.3.4.2.     Menyimpulkan tindakan selanjutnya

3.3.5.      Konseling Lanjutan

3.3.5.1.     Konselor memberi penerangan tentang diagnosis kelainan, patofisiologi kelainan, terapi, dan menceritakan tentang prognosis yang bersangkutan.

3.3.5.2.     Konselor menawarkan opsi untuk kebutuhan keluarga tersebut berdasarkan masukan dari:

-  psikolog

-  dokter kebidanan

-  dll

- Pengambilan keputusan tindakan berdasarkan kesadaran keluarga penderita.

 

  1. Pengkajian melalui anamnesa dan pemeriksaan fisik terfokus pada kehamilan serta menganalisisnya pada setiap kunjungan ante natal

Pemeriksaan kebidanan terdiri dalam :

4.1  Anamnese (tanya jawab)

4.1.1      Nama, umur, pekerjaan, nama suami, agama dan alamat. Maksud pertanyaan ini adalah untuk identifikasi (mengenal) penderita dan menentukan status sosial ekonominya yang harus kita ketahui ; misalnya untuk menentukan anjuran apa atau pengobatan apa yang akan diberikan.

Umur penting, karena ikut menentukan prognosa kehamilan. Kalau umur terlalu lanjut atau terlalu muda maka persalinan lebih banyak resikonya.

 

 

4.1.2             Apa yang diderita (keluhan utama)

Apakah penderita datang untung pemeriksaan kehamilan ataukah ada pengaduan-pengaduan lain yang penting

4.1.3             Tentang haid      :

  • Menarche
  • Haid teratur atau tidak dan siklus
  • Lamanya haid
  • Banyaknya darah
  • Sifatnya darah : cair atau berbeku-beku, warnanya, baunya
  • Haid nyeri atau tidak
  • Haid yang terakhir

Anamnese haid memberi kesan pada kita tentang faal alat kandungan. Haid terakhir, teratur tidaknya haid, dan siklusnya dipergunakan untuk memperhitungkan tanggal persalinan. Yang dimaksud haid terakhir adalah hari pertama dari haid yang terakhir.

4.1.4        Tentang perkawinan

  • Kawin atau tidak
  • Berapa kali kawin
  • Berapa lama kawin

Kalau orang hamil sesudah lama kawin, nilai anak tentu besar sekali dan ini harus diperhitungkan dalam pimpinan persalinan (anak mahal)

4.1.5        Kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu

  • Kehamilan :

Adakah gangguan seperti pendarahan, muntah yang sangat, toxaemia gravidarum.

  • persalinan :

spontan atau buatan, aterm atau prematur, pendarahan, ditolong oleh siap ( bidan,dokter)

  • Nifas :

Adakah panas atau pendarahan, bagaimana laktasi.

  • Anak :

Jenis kelamin, hidup atau tidak, kalau meninggal umur berapa dan sebabnya meninggal, berat badan waktu lahir.

Pertanyaan ini sangat mempengaruhi prognosa persalinan dan pimpinan persalinan, karena jalannya persalinan lampau adalah hasil ujian-ujiandari segala faktor yang mempengaruhi persalinan.

4.1.6    Kehamilan sekarang       :

Bila mulai merasa gerakan anak. Kalau kehamilan masih muda adakah mual, muntah, sakit kepala, perdarahan. Kalu kehamilan sudah tua adakah bengkak dikaki atau muka, sakit kepala, pendarahan, sakit pinggang,dll.

Keluhan ini nanti haruz diingat dalam memberi pengobatan.

4.1.7        Anamnese keluarga        :

Adakah penyakit keturunan dalam keluarga, anak kembar atau penyakit menular yang dapat mempengaruhi persalinan.

4.1.8        Kesehatan badan            :

Pernahkah sakit keras atau dioperasi. Bagaimana nafsu makan, mictie dan defaecatie

Dari anamnese harus mempunyai kesan tentang keadaan penderita dan kemudian dicocokkan  dengan pendapatan dari pemeriksaan badan.

4.2     Pemeriksaan

4.2.1    Pemeriksaan umum (status praesens generalis)

1.       bagaimana keadaan umum penderita, keadaan gizi, kelainan bentuk badan kesadaran

2.       adakah anemia, cyanose, icterus atau dyspnoe

3.       keadaan jantung dan paru-paru

4.       adakah oedema

5.       Refleks     :

6.       tensi

7.       Berat badan

8.       Pemeriksaan laboratorium meliputi :

  • Air kencing : albumin, reduksi
  • Darah : Hb, glukosa, golongan darah
  • Faces : telur – telur cacing

 

 

4.2.2    Pemeriksaan kebidanan

4.2.2.1    Inspeksi

  1. muka

adakah chloasma gravidarum, keadaan selaput mata merah atau pucat, adakah oedema pada muka, bagaimana keadaan lidah, gigi.

  1. leher

apakah vena terbendung dileher (misalnya pada penyakit jantung), apakah kelenjar gondok membesar atau kelenjar limfe membengkak.

  1. Dada

Bentuk buah dada, pigmentasi puting susu dan gelanggang susu, keadaan puting susu, adakah kolostrum.

  1. Perut

Perut membesar kedepan atau kesamping (pada ascies misalnya membesar kesamping) ; keadaan pusat, pigmentasi dilinea alba, nampakkah gerakan anak atau kontraksi rahim, adakah striae gravidarum ataubekas luka.

  1. Vulva

Keadaan perineum, carilah varices, tanda chadwick, condylomata, flour.

  1. Anggota bawah

Cari varices, oedema, luka, cikatrix pada lipat paha,

4.2.2.2   Palpasi

Ialah periksa raba untuk menentukan :

  1. Besarnya rahim dan dengan ini menentukan tuanya kehamilan
  2. Menentukan letak anak dalam rahim

Selain itu juga harus diraba apakah ada tmor-tumor lain dalam rongga perut, cysta, myoma, limpa yang membesar.

 

 

 

Cara melakukan palpasi menurut Leopold terdiri dari 4 bagin, yaitu:

  1. Leopold I
  • Kaki penderita dibengkokkan pada lutut dan lipat paha
  • Pemeriksa berdiri disebelah kanan penderita, dan melihat kearah muka penderita.
  • Rahim dibawa ketengah
  • Tingginya fundus uteri ditentukan
  • Tentukan bagian apa dari anak yang terdapat dalam fundus.

Sifat kepala ialah keras, bundar dan melenting.

Sifat bokong lunak, kurang bundar dan kurang melenting.

Pada letak lintang fundus uteri kosong

 

Pemeriksaan tua kehamilan dari tinggi fundus uteri jadi leopold I untuk menentukan tuanya kehamilan dan bagian apa terdapat dalam fundus.

  1. Leopold II
  • Kedua tangan pindah kesamping
  • Tentukan dimana punggung anak

Punggung anak terdapat dipihak yang  memberikan rintangan yang terbesar, carilah bagian-bagian kecil, yang biasanya terletak bertentangan dengan pihak yang memberi rintangan yang terbesar

  • Kadang-kadang di samping terdapat kepala atau bokong ialah pada letak lintang

Jadi Leopold II untuk menentukan dimana letaknya punggung anak  dan diman letaknya bagian-bagian  kecil.

  1. Leopold III
  • Dipergunakan satu tangan saja
  • Bagian bawah ditentukan antara ibu jari dan jari-jari lainnya
  • Cobalah apakah bagian bawah masih dapat digoyangkan

Jadi Leopold III untuk menentukan apa yang terdapat dibagian bawah dan apakah bagian bawah ini sudah atau belum terpegang oleh pintu atas panggul.

  1. Leopold IV
  • Pemeriksaan berubah sikapnya ialah melihat ke arah kaki si penderita
  • Dengan kedua tangan ditentukan apa yang menjadi bagian bawah
  • Ditentukan apakah bagian bawah  sudah masuk kedalam pintu atas panggul, dan berapa masuknya bagianbawah kedalam rongga panggul
  • Jika kita rapatkan kedua tangan pada permukaan dari bagian terbawah dari kepala yang masih teraba dari luar dan:
  1. Kedua tangan itu konvergen, hanya bagian kecil dari kepala turun kedalam rongga
  2. Jika kedua tangan itu sejajar, maka sepruh dari kepala masuk ke dalam rongga panggul
  3. Jika kedua tangan divergent maka bagian terbesar  dari kepala masuk kedalam rongga  panggul dan ukuran terbesar dari kepala sudah melewati pintu atas panggul.

Jadi Leopold IV untuk menentukan apa yang menjadi bagian bawah dan berapa masuknya  bagian bawah kedalam rongga panggul.

4.2.2.3   Auskultasi

Dilakukan dengan stetoskop,sehingga dapat terdengar macam-macam bunyi yang berasal  :

  1. Dari anak            :

 

 

  • Bunyi jantung anak

Baru terdengar pada bulan ke 5,dengan ultrasound.bunyi lebih cepat dari bunyi jantung  orang dewasa,yaitu antar 120-140/menit.

Pada presentasi letak kepala DJJ tempatnya dikiri atau kanan dibawah pusat.

Yang dapat diketahui dari bunyi jntung anak adalah :

  1. dari adanya bunyi jantung anak          :
  • Tanda pasti kehamilan
  • Anak hidup
  1. dari tempat bunyi jantung anak terdengar
  • Presentasi anak
  • Positio anak (kedudukan punggung)
  • Sikap anak (habitus)
  • Adanya anak kembar
  1. dari sifat bunyi jantung anak

anak dalam keadaan sehat bunyi jantungnya teratur dan  frekuensina anatara 120-140/menit.

Kalau bunyi jantung kurang dari 120/menit atau lebih dari 160/menit atau tidak teratur maka anak dalam keadaan asphyxia.

  • Bising tali pusat

Sifatnya meniup karna tali pusat tertekan. Dengan mengubah sikap ibu sering bising ini hilang

  • Gerakan anak yang bersifat pukulan dari rahim
  1. Dari ibu
  • Bising rahim

Bersifat bising dan frekuensinya sama dengan denyut nadi ibu. Disebabkan arteria uterina

 

 

 

  • Bunyi aorta

Frekuensinya sama dengan denyut nadi ibu, untuk membedakan dengan bunyi jantung anak maka ibu harus dipegang.

  • Bising usus

Sifatnya tak teratur, disebabkan udara dan cairan yang ada dalam usus ibu

 

  1. Penilaian pelvik/panggul

5.1.       Tanda – tanda yang mnimbulakan panggul sempit adalah :

5.1.1.      Pada primigravida kepala belum turun pada bulan terkhir.

5.1.2.      Pada multipara jika dalam anamnesa, ternyata persalinan – persalinan yang dulu sukar ( riwayat obstetri jelek).

5.1.3.      Jika terdapat kelainan letak pada hamil tua.

5.1.4.      Jika badan penderita menunjukkan kelainan seperti kyphose, scoilose, kaki pendek sebelah atau pincang, cebol.

5.1.5.      Kalau ukuran – ukuran luar sempit.

5.2.       Ukuran panggul biasanya diukur sekali dalam kehamilan dengan toucher karena ukuran – ukuran daam lah yang menentukan luasnya jalan lahir. Biasanya dilakukan dalam kehamilan 8 bulan. Yang diperiksa ialah :

5.2.1.      Conjugata diagonalis

5.2.2.      Apakah linea innominata teraba seluruhnya atau hanya sebagian

5.2.3.      Keadaan  sacrum apakah concaaf dalam arah atas bawah dan dari kiri ke kanan.

5.2.4.      Keadaan dinding samping panggul apakah lurus atau convergent.

5.2.5.      Apakah spinae ischiadicae menonjol

5.2.6.      Keadaan os pubis : adakah exostose

5.2.7.      Keadaan arcus pubis.

5.2.8.

  1. Metode Perhitungan Usia Kehamilan

6.1.       Hari pertama menstruasi terakhir

Tanggal periksa – HPHT = Usia kehamilan

6.2.       Gerakan Janin Perlu diketahui bahwa pada kehamilan pertama gerakan janin mulai terasa setelah kehamilan memasuki usia 18-20 minggu. Sedangkan pada kehamilan kedua dan seterusnya, gerakan janin sudah terasa pada usia kehamilan 16-18 minggu.

6.3.       Tinggi Fundus Uteri Dengan Leopold I :

Sebelum bulan ke- 3 fundus uteri dapat diraba dari luar.

Akhir bulan III ( 12 minggu) fundus uteri 1-2 jari di astas symphisis

Akhir bulan IV ( 16 minggu) fundus uteri pertengahan antara symphisis- pusat

Akhir bulan V (20 minggu) fundus uteri 3 jari bawah pusat

Akhir bulan VI (24 minggu)  fundus uteri setinggi pusat

Akhir bulan VII (28 minggu) fundus uteri 3 jari atas pusat

Akhir bulan VIII ( 32 minggu) fundus uteri di pertengahan px – pusat

Akhir bulan IX ( 36 minggu) fundus uteri 3 jari bawah px

Akhir bulan X (40 minggu) fundus uteri di pertengahan px – pusat

 

Hubungan antara tinggi fundus uteri dan tuanya kehamilan kira – kira sbb :

 

 

6.4.       Menggunakan 2 Jari Tangan

Pengukuran ini hanya dapat dilakukan untuk ibu hamil yang tidak memiliki berat badan yang berlebih. Caranya : Letakkan dua jari anda diantara tulang kemaluan dan perut. Jika jarak antara tulang kemaluan dengan puncak rahim masih dibawah pusar, maka setiap penambahan 2 jari berarti penambahan usia kehamilan sebanyak 2 minggu.

6.5.       Menggunakan Ultrasonografi (USG)

Cara ini palig mudah dan paling sering dilakukan dokter. Tingkat akurasinya cukup tinggi, yaitu sekitar 95%. Dengan USG maka usia kehamilan dan perkiraan waktu kelahiran si kecil bisa dilihat dengan jelas melalui “gambar” janin yang muncul pada layar monitor.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.